doaku untuk dia.

ya allah,apabila ia memang untukku,dekatkanlah ia padaku.namun apabila ia bukan untukku,ikhlaskan hati ini untuk merelakannya,,AMIN.”

Ya Tuhan, kalau dia memang jodohku,
dekatkanlah. ..

Tapi kalau bukan jodohku,
Jodohkanlah. …

Jika dia tidak berjodoh denganku,
maka jadikanlah kami jodoh…

Kalau dia bukan jodohku,
jangan sampai dia dapet jodoh yang lain, selain
aku…

Kalau dia tidak bisa di jodohkan denganku,
jangan sampai dia dapet jodoh yang lain,
biarinkan dia tidak berjodoh sama seperti
diriku…

Dan saat dia telah tidak memiliki jodoh,
jodohkanlah kami kembali…

Kalau dia jodoh orang lain,
putuskanlah! Jodohkanlah dengan ku….

Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain,
biar orang itu ketemu jodoh dengan yang lain dan
kemudian Jodohkan kembali dia dengan ku …

LOLS..HAHAHA… * tetep intinya buat kita . =D

thanks to: nadya lestari !

papua (&swazyland?)!

Huu,, gw lagi keselllllllll…. Argh…. Sebel.. susah banged dapet izin ke papua dari nyokap dengan alasan cliché, “kamu tuh, perempuannnnnn ……….”

Akh,, basiii !

Nyokap bilang “yaudah, kamu boleh pergi kesana tapi ayah kamu harus ikut..”

Lols.. yang bener aja, kalo bokap ikut mah, namanya bukan betualang, tapi jalan – jalan. Lawong, secara, kalo ada bokap pasti gw akan ngerasa aman – aman aja, dan pasti akan kurang berasa tantangannya. Hehe

Yowesla,, kayaknya gw mesti tunggu beberapa bulan lagi atau bahkan beberapa tahun lagi untuk meyakinkan bokap dan nyokap buat ngizinin gw pergi kesana. (gw jadi wonder, gimana kalo gw bilang kalo salah satu impian gw ialah pergi ke swazyland ? Hahah.. bisa serangan jantung kali bonyok gw! :S )

dia anakku bukan anakmu

hf,, tadi di area pasar minggu,deket ILP situ, ada seorang lelaki dan wanita berantem. Si lelaki udah megang batu segede gaban buat nimpuk ke kaca mobil si wanita. Si wanita, membuka pintu mobil diikuti si lelaki yang dengan kasar, menarik paksa seorang anak kecil keluar dari dalam mobil. Si wanita ,hanya menangis memohon mohon agar si kecil dikembalikan pada dia tanpa keluar dari dalam mobil. mereka berdua bersahutan sekencang kencangnya tanpa memikirkan perasaan si kecil yang udah nangis sampai senggugukan. Tapi, menurut gw , kalo aja si wanita gak membuka pintu mobil, maka diapun ga akan terpisah dari si kecil. I mean lantak la, si lelaki mau timpuk kaca mobil ,timpuk deh, pecah dan si wanita atau si anak berdarah kena pecahan kaca kan udah jadi urusan polisi. Jadi, peduli apa?yang penting si anak tetap bersama dia , bukan?(apa itu berarti si wanita lebih menyayangi mobil nya?)

Gw saat itu baru aja keluar dari sebuah travel agent. Hati gw miris banged ngelliat tu anak kecil. Mungkin sekitar 5 atau 6 tahun. Lebih kecil dari adek gw tapi udah harus ngeliat orang tuanya berantem kayak gitu.

Jujur, gw pengen do something for that kid. Tapi, orang travel (yang sama-sama keluar bareng gw krn ngedenger heboh2 di luar) nyegah gw buat ngelakuin itu. Dan yang paling aneh, ada satpam disitu tapi cuma ngeliatin aja, tanpa ngelakuin sesuatu.

Pertengkaran kedua insan manusia tersebut malah menjadi bahan tontonan menarik bagi orang yang lalu lalang di jalan tersebut (sampe2 jalanan macet !) hf…

Narik napas gw,,,, =(

Ya Allah, sungguh, biarkan pernikahanku nantinya, pertama dan terakhir.. jangan sampai ada perceraian.amiin.. (serem n kasian anak gw.. huhu…)

Wajah Jakarta

Jakarta: In Need of Improvements
Andre Vitchek
Worldpress.org contributing editor
July 26, 2007

Today, high-rises dot the skyline, hundreds of thousands of vehicles
belch
fumes on congested traffic arteries and super-malls have become the
cultural centers of gravity in Jakarta , the fourth largest city in the
world. In between towering super-structures, humble kampongs house the
majority of the city dwellers, who often have no access to basic
sanitation, running water or waste management.

While almost all major capitals in the Southeast Asian region are
investing heavily in public transportation, parks, playgrounds,
sidewalks and cultural institutions like museums, concert halls and
convention centers, Jakarta remains brutally and determinately
‘pro-market’ profit-driven and openly indifferent to the plight of a
majority of its citizens who are poor.

in Jakarta , there is a fee for everything. Many green spaces have
been converted to golf courses for the exclusive use of the rich. The
approximately one square kilometer of Monas seems to be the only real
public area in a city of more than 10 million. Despite being a
maritime city, Jakarta has been separated from the sea, with the only
focal point being Ancol, with a tiny, mostly decrepit walkway along
the dirty beach dotted with private businesses. Even to take a walk in Ancol, a family of four has to spend
approximately $4.50 (40,000 Indonesian Rupiahs) in entrance fees,
something unthinkable anywhere else in the world. The few tiny public
parks which survived privatization are in desperate condition and
mostly unsafe to use.

It seems that Jakarta has no city planners, only private developers
that have no respect for the majority of its inhabitants who are poor
(the great majority, no matter what the understated and manipulated
government statistics say). The city abandoned itself to the private
sector, which now controls almost everything, from residential housing
to what were once public areas.

Considering that it is in the league with some of the poorest capitals
of the world, Jakarta is not cheap. According to the Mercer Human
Resource Consulting 2006 Survey, Jakarta ranked as the 48th most
expensive city in the world for expatriate employees, well,,above
Berlin (72nd), Melbourne (74th) and Washington D.C. (83rd). And if it
is expensive for expatriates, how is it for local people with a GDP
per capita below $1,000?

—- Sungguh ungkapan yang jujur dari seorang pengamat. Andre betul betul menggambarkan kekecewaannya terhadap jakarta. Hahaha..(Gw jadi malu sebagai orang yang besar dan tinggal di Jakarta) —-

Wanita Cantik dibunuh di Mall

Pas gw liat headline kayak gitu, gw langsung mikir, mall mana nih? Parah bgd ampe bisa gak ketauan ngebunuh orang. Pasti mall abal- abal .

Pas gw baca lbh dalam artikelnya, kagetla gw,, ternyata pembunuhan itu di pacific place, lhoo?? Kok bissaa???

Jujur ,gw belum pernah ke PP, tapi, secara tu mall lagi jadi talk of the town, yah gw jadi agak- agak menyayangkan , knapa bisa kejadiannya disituu? Knapa sampe gak ketauan? Kmana securitynya ??sesepi apa tmpt dia dibunuh?? dan lagi –lagi ,,kok bisaaaaaaaaaa??

Yahh.. kayaknya gara-gara cinta, semua buta. Gara –gara asmara,semua gila.. kasihan banged, gw gak ngebayang gimana perasaan orang tua si cewe pas dengar anaknya dibunuh di MALL .

Ihh.. gw jadi parno pergi ke mall.. (padahal emang slalu bokek!) hehe

that “night thoughts”

My night thoughts at quarter past eleven at nite. Kayaknya tuh kalimat udh agak2 gak cocok, secara selama gw di jkt, gw pasti tidur cepet. Pulang kerja, gw mandi,dan langsung tidur(tanpa bisa mikir atau ngayal lagi), makan, dan tidur lagi. Kayak gitu aja sehari hari. Monoton yah? Haha

Kalo di penang atau KL dulu, pasti pas udah rebahan, mata masih bisa melek, dan lalu mulailah, otak gw berjalan-jalan berfantasi (bkn fantasi kotor lho yah, walopun kadang kadang ada.lols) berjalan-jalan, menciptakan suatu rencana, atau kadang, membuat gw berfikir bagaimana kalo tiba-tiba tidur gw ini merupakan tidur yang terlama gw(serem sendiri )haha. Well, kalo udah menerawang gitu, banyak deh, hal-hal yang akan muncul, dari rangkuman hari ini, rencana hari esok, kebencian sama si A(saking bencinya,air mata gw membanjiri bantal!) keakraban sama si B(sampe meluk meluk guling busuk krn kegirangan.Xp) atau ternyata si C orangnya baik(pdahal kmaren kmaren lo ngejutekin gw.haa)atau bahkan kritikan kritikan terhadap Malaysia,Indonesia, bahkan Singapore (menyibuk betul la ang..=D) atau tekad yang tiba-tiba kuat untuk menabung dan mulai makan pakai garam.hahaha(kekumpul si kekumpul duitnya, tapi, selalunya benda yang dibeli bukan benda yang di awal niiat mo beli)atau pemikiran seperti besok mao kabur dari sini (as always, selalu singapore) bahkan, besok,mau plg ke indo!(beli tiket tanpa packing langsung ciao!)-> ini yang paling parah, krn gw slalu nyesel pulang. =P

kalau orang- orang, pas udah tidur, dan bangun keesokan pagi pasti lupa sama yang dipikirkannya pas malam hari, maka gw engga. Ngga semudah itu gw lupain pemikiran malem gw. Makanya kadang gw berharap gw kecapean, jadi bisa langsung tidur. Tapi, kadang gw bersyukur ada pemikiran malem, karena disitu ide gw muncul. (kadang kadang briliant, coz kadang temen gw muji juga.hehe)

sekarang udah jarang pemikiran malem muncul, gak tau knapa, pas weekend juga gak ada tuh (jangan2 skrg gw udah bego??)tapi, yang jelas, tiap sabtu dan minggu, gw ada waktu istirahat yang isinya curling up with good books , menghabiskan waktu di warnet, menonton dvd2 yang baru gw beli atau berweekend bersama sepupu- sepupu. (berweekend bersama teman kayaknya lebih exist di facebook) =(